Analisis Novel Filsafat “Dunia Sophie”

ANALISIS NOVEL “DUNIA SOPHIE” KARYA JOSTEIN GAARDER

“Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari masa tiga ribu tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya”

                                    -Goethe-

 

Itulah kalimat bijak dari Goethe yang dikutip oleh Jostein Gaarder dalam mengawali novel filsafat yang ditulisnya, Dunia Sophie atau dalam bahasa Norwegia berjudul Sophie’s Verden. Sebuah novel yang menyajikan sejarah filsafat dari awal perkembangannya di Yunani hingga abad ke-dua puluh. Buku ini pertama kali terbit pada 1991 dalam bahsa Norwegia dengan judul Sophie’s Verden dan hingga kini, buku ini telah diterjemahkan lebih dari 30 bahasa di seluruh dunia. hal ini menunjukkan bahwa buku ini sangatlah pantas untuk kita apreisiasi.

Selama ini , muncul pandangan mengenai filsafat yang terlihat rumit dansulit untuk dipelajari dan dipahami. Namun Gaarder menyajikan sejarah filsafat dalam bentuk novel. Ini merupakan sesuatu yang unik dan cerdik. Dengan cara ini, filsafat dapat disampaikan secara sederhana dengan gaya bahasa Gaarder yang ringan, sederhana namun penuh makna sehingga membuat para pembaca mudah mencerna kandungan isi buku ini.

Dalam penyajiannya, Gaarder menggambarkan sejarah filsafat dengan ‘rasa’ Barat yang kental. Ini tak menjadi masalah karena dalam menulis suatu karya memang tidak bisa terlepas dari unsur subjektivitas. Latar belakang pendidikan, sosial budaya, dll dari penulis memang berpengaruh terhadap point of view karya-karyanya. Seperti dalam novel ini, ada bagian-bagian tertentu yang memaparkan sejarah dalam versil yang berbeda dari pandangan Islam. Misalnya mengenai sejarah Nabi Isa a.s di abad pertengahan. Gaarder menyajikan kisah penyaliban dan kebangkitan Nabi Isa a.s sesuai dengan pandangan Kristen. Begitu pula dengan sejarah filsafat di abad pertengahan dimana Islam mencapai masa kejayaannya di hampir semua bidang. Namun, banyak pemikiran-pemikiran dari para filosof dan ilmuwan Islam yang menjadi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, luput dari sejarah filsafat yang terpapar dalam novel ini. Ini merupakan hal yang wajar, mengingat latar belakang dari penulis novel ini sendiri.

Meski demikian, novel ini tentu sangat layak untuk diapresiasi. Karen bagaimanapun, novel ini bisa menjadi panduan dasar mengenai filsafat. Novel ini juga bisa membawa para pembacanya berpetualang menjelajah sejarah filsafat dari zamannya Plato, Socrates, Aristoteles dll sehingga bisa membuat pembaca lebih bisa memahami tentang filsafat.

Disamping filsafat, Gaarder juga memasukkan unsur-unsur yang biasa terdapat pada novel remaja pada umumnya seperti hubungan antar Sophie dengan ibu dan teman-temannya. Novel ini juga diwarnai dengan beberapa hal yang di luar logika manusia, seperti Sophoe yang melihat Plato dan Socrates secara langsung saat menyelami sejarah di Yunani. Sampai diketahui bahwa Sophie hanyalah sebuah karakter utama dari sebuah cerita yang ditulis oleh seorang mayor untum ulang tahun putrinya.

Alur cerita dari novel ini sangat menarik dan tidak mudah untuk ditebak. Kenyataan yang didapat bahwa Sophie tak lain adalah sebuah karakter yang tidak nyata sungguh membuat pembaca merasa takjub dan terpesona. Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya kita ini adalah sebuah karakter dari sebuah cerita panjang yang di dalamnya tertulis skenario untuk kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s